Sekolah Negeri Untuk Siapa?

mobil-derek
Mobil anak SMA 70 diderek paksa dishub, metrotvnews.com

Di beberapa kota besar sekolah negeri menjadi kurang tepat sasaran dalam melakukan kegiatan belajar mengajar, utamanya dalam hal siapa yang layak mendapatkan layanan pendidikan di sekolah negeri yang dikenal memiliki mutu yang baik dan biaya yang murah atau bisa jadi gratis. Biaya yang terjangkau bahkan bisa jadi gratis adalah harapan bagi masyarakat kalangan bawah yang tidak mampu dan kurang beruntung untuk mendapatkan akses pendidikan. Mutu layanan pendidikan yang dianggap terbaik bahkan baik lebih baik dari sekolah swasta membuat sekolah negeri juga banyak diminati oleh masyarakat kalangan atas. Banyaknya permintaan terhadap bangku sekolah negeri yang berbanding jauh terbalik dengan ketersediaan bangku sekolah di setiap tahun ajaran membuat penyelenggara pendidikan, dalam hal ini bisa jadi dinas pendidikan atau sekolah negeri, akhirnya membuat aturan yang ketat untuk seleksi masuk sekolah negeri.

Berbagai syarat pun dibuat untuk menentukan siapa yang layak mendapatkan layanan pendidikan di sekolah negeri. Salah satu syarat yang harus dipenuhi calon peserta didik adalah harus memiliki nilai UAN dan atau nilai ujian masuk yang cukup tinggi, setidaknya lebih tinggi dari kandidat yang lain. Semakin tinggi nilai yang dicapai mencerminkan bahwa semakin tinggi pula tingkat kecerdasaan atau kepintaran peserta didik. Semakin tinggi tingkat kecerdasan calon siswa yang masuk, maka logikanya akan semakin mudah didik dan semakin berkontribusi pada rating atau kebanggaan sekolahnya. Dalam hal prestasi, sekolah akan diuntungkan jika memiliki siswa yang cerdas dan pintar, seperti berhasil menjuarai berbagai kompetisi yang diikuti. Saat ini syarat nilai tersebut semakin dianggap paling penting dan baik bagi kepentingan sekolah.

Syarat nilai yang tinggi tersebut, relative lebih mudah dicapai atau dipenuhi oleh anak-anak yang berasal dari keluarga masyarakat kelas atas. Sekalipun terlahir dengan kondisi tidak pandai, tetapi seiiring berjalanya waktu meraka dapat menjadi lebih pandai karena memiliki waktu, akses belajar dan asupan nutrisi / gizi yang cukup. Diwaktu luang mereka bisa mengikuti bimbingan belajar tambahan diluar jam sekolah, mendapatkan bimbingan yang intesif saat akan melakukan ujian baik nasional maupun masuk sekolah. Tidak kalah penting, asupan gizi mereka terpenuhi setiap hari sehingga tubuh dan otak dapat bekerja secara optimal sehingga diatas kertas mereka memiliki peluang keberhasilan yang tinggi.

Dilain pihak Continue reading